Pages

Hujaaannn \('o'\) \('o')/ (/'o')/

Sekarang lagi musim ujan yak, kalo musim ujan gini sedia payung selalu di tas, di bagasi, di hati kalian yang galau juga boleh tuh dipayungin biar gak makin galau di musim ujan ^^V Bahkan, dimusim ujan, para produsen selimut kebajiran order, saya Nadia melaporkan langsung dari TKP *eh

Sebelom gue posting lebih lanjut, gue bakal ngejelasin beberapa jenis ujan, simak baik-baik ya...
1. Hujan rintik-rintik
Hujan tipe seperti ini biasanya muncul sebelum ataupun setelah hujan deras, menimbulkan efek dingin tingkat rendah, dan membuat frekuensi galau meningkat 30% biasa terjadi pada sore hari.
2. Hujan rintik-rintik tingkat sedang (Gerimis)
Hujan ini disebut juga dengan gerimis. Sama seperti hujan rintik-rintik, hanya saja lebih deras SEDIKIT, menimbulakn efek dingin tingkat sedang dan membuat frekuensi galau meningkat 50%
3. Hujan deras
Nah, ujan yang satu ini akan menimbulkan dampak negatif jika turun selama berjam-jam. Dampak negatifnya yaitu BANJIR. Hujan ini menimbulkan efek dingin tingkat tinggi yang dapat mematikan sel-sel tubuh sementara waktu, membuat frekuensi galau meningkat 100% bahkan lebih. Hujan seperti ini biasa datang pada malam hari dimana galau sedang berada pada puncaknya.

Nah, sekarang lo semua udah tau kan jenis-jenis ujan? Semoga bermanfaat ya ^o^
Kalian semua pasti punya kenangan masing-masing kan soal ujan? Ngaku aja, gak usah malu-malu. Gue juga punya kok. Makanya daripada itu, gue mau ceritain kenangan gue akan ujan, dan beginilah ceritanya... *termenung*

Saat itu umurku masih 6 eng..tidak, mungkin 7 tahun. Aku masih tinggal di rumah mbah uti waktu itu. Sore itu hujan turun dengan derasnya, aku dan kakakku gavin hanya memandangi halaman yang basah dari jendela ruang tamu. Kami mulai berdiskusi kecil tentang rencana 'main-apa-sore-ini' dengan berbisik-bisik agar tak ada orang dewasa yang tau. Setelah memutuskan untuk bermain-main dengan hujan, maka kami melancarkan aksi menyelinap keluar rumah dan berhasil HORE! Lalu kami mulai menyerbu halaman yang telah basah dan bermain lari-larian di lantai teras yang licin. Kau tau, permainan meluncur di lantai teras itu selalu berujung tangisan, dan selalu aku yang nangis karna terpeleset.

Petualangan hujanku bukan hanya dengan kakakku, terkadang aku bermain hujan dengan sepupuku Dewinta. Satu-satunya sepupu yang seumuran denganku. Kalo dengan dewin, lain lagi ceritanya...

Masih di tempat yang sama, rumah mbah uti hanya saja di waktu yang berbeda. Umurku 10 tahun waktu itu. Hujan telah reda namun menyisahkan rintik-rintik kecil, aku dan dewin bergegas menuju teras. Kami bermain seluncuran di lantai teras yang licin itu sebentar, kali ini aku tidak menangis lagi. Kemudian kami bernyanyi, yaaa, kami sedang berimajinasi membuat video klip dengan lagu berjudul "HUJAN" dan lirik lagunya seperti ini, "Hujan rintik-rintik, turun rintik-rintik..." haha aku masih ingat lirik lagu itu.

Itu kenangan akan hujan di masa kecil. Indah banget, rasanya pengen gue ulang lagi..
Saat-saat kayak gitu yang bener-bener gue kangenin :')

0 komentar:

Posting Komentar