Maaakkk! Capek banget gue, karna gue takut ngecewain para fans-fans gue jadi gue sempet-sempetin buat posting ini *kedip2 mata*
Lo pasti gak tau kenapa gue capek, makanya duduk yang manis dan dengerin gue cerita...
Jadi dari tadi pagi gue udah sibuk packing-packing barang ke dalem kardus buat diangkut ke rumah gue yang baru. Yaps! Gue bakalan pindah rumah, dan the problem is barang-barang di rumah gue tuh full of DEBU. Bayangin deh, BAYANGIN, BAYANGIN gimana kasiannya idung gue yang harus berbaur dengan debu-debu sialan itu *garuk tembok*
Cuaca pun kayaknya mendukung banget buat bikin gue tambah MENDERITA!
Panas pisaaaaannnnn... *kibas rambut*
Gue mau pindah rumah jadi inget kata-katanya bang Dika, "Ada perasaan yang sama antara sehabis putus dengan pindah rumah. Keduanya sama-sama harus meninggalkan sesuatu yang akrab dengan diri kita" #penggalauan
Gadis :'(
Gadis itu sedang duduk di depan sekolah dengan earphone di telinganya. Ia sedang menemani temannya menunggu jemputan. Gadis itu melamun, sedang memikirkan kejadian semalam saat ia jujur terhadap perasaannya pada teman lelakinya. Ia sedang merenung, memikirkan bahwa cintanya tak terbalas.
Di angkutan umum, Gadis itu tetap diam membisu, masih melamun memikirkannya. Gadis itu menahan tangisnya. Kembali ia memakai earphonenya, berharap jika mendengarkan lagu hatinya akan tentram.
Ketika akan sampai di tujuan, gadis itu mulai meneteskan air matanya. Ia cepat-cepat turun dan membayar ongkos. Gadis itu berjalan dengan pandangan kosong, tetap menahan tangisnya.
Setibanya di rumah, ia langsung mengunci diri di kamar dan terisak. Lama-kelamaan isakannya menjadi tangisan, gadis itu menangis sambil menutupi wajahnya, membayangkan cintanya yang tak berbalas. Hatinya sakit, belum pernah sesakit itu.
Di angkutan umum, Gadis itu tetap diam membisu, masih melamun memikirkannya. Gadis itu menahan tangisnya. Kembali ia memakai earphonenya, berharap jika mendengarkan lagu hatinya akan tentram.
Ketika akan sampai di tujuan, gadis itu mulai meneteskan air matanya. Ia cepat-cepat turun dan membayar ongkos. Gadis itu berjalan dengan pandangan kosong, tetap menahan tangisnya.
Setibanya di rumah, ia langsung mengunci diri di kamar dan terisak. Lama-kelamaan isakannya menjadi tangisan, gadis itu menangis sambil menutupi wajahnya, membayangkan cintanya yang tak berbalas. Hatinya sakit, belum pernah sesakit itu.
(ʃ⌣ƪ)
Gue kenal satu cowok, poloooooooosssssss banget. Bukan polos gak pake baju tapi sifatnya yang polos, unyu-unyu bikin gemes. Tapi, ternyata, TERNYATA, TERNYATA dia itu dewasa banget ;;) senyumnya bikin gue melting.
Gatau deh ya, gue suka aja sama dia. Cerita sama dia tuh nyaman banget, beda aja. Gue gamau muna lah, gue suka sama dia, inget ya SUKA :p tapi gatau dianya suka juga gak sama akunya. Tapi kalo diperhatiin cara dia natap aku, beda. Kalo dia lagi natap aku tuh, rasanya kayak ngebelah atmosfir berlapis-lapis meluncur bareng paus akrobatis menuju rasi bintang paliiiiing manis :$
Pokoknya dia beda. Beda, beda, bedaaaaaaaa. Kalo lo baca postingan sebelomnya, lo pasti tau bedanya dia apa :)
Gatau deh ya, gue suka aja sama dia. Cerita sama dia tuh nyaman banget, beda aja. Gue gamau muna lah, gue suka sama dia, inget ya SUKA :p tapi gatau dianya suka juga gak sama akunya. Tapi kalo diperhatiin cara dia natap aku, beda. Kalo dia lagi natap aku tuh, rasanya kayak ngebelah atmosfir berlapis-lapis meluncur bareng paus akrobatis menuju rasi bintang paliiiiing manis :$
Pokoknya dia beda. Beda, beda, bedaaaaaaaa. Kalo lo baca postingan sebelomnya, lo pasti tau bedanya dia apa :)
Him :)
Meskipun dia kaku, cuek, sok misterius, pendiem tapi dia adalah sosok yang dewasa dan lucu. Dia bisa sangat dewasa ketika sedang menasehatiku, dan dia bisa lucu saat sedang bercanda denganku. Kedewasaannya tak terlihat dari wajahnya, HANYA JIKA KAU SUDAH MENGENALNYA DENGAN BAIK, KAU AKAN TAU BETAPA DEWASANYA DIA.
Dia ini pemalu, selalu tersenyum dan menutup muka saat berpandangan denganku. Namun kadeng, tanpa sadar aku dan dia tenggelam dalam kebersamaan berdua, bercanda dan tertawa, membicarakan apa saja yang bisa dibicarakan.
Aku dan dia selalu nyambung jika mengobrol, aku selalu tau apa yang ia bicarakan. Sadar atau tidak, kami seringkali bertemu mata dan akhirnya tersenyum salting. Dia selalu bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan ajaib yang tak pernah kuduga.
Entahlah, aku begitu nyaman dengannya, senyumnya itu loh, memikat <-- hiperbola
Aku memang suka padanya, tapi menjadi teman terbaiknya, itu sudah lebih dari cukup. Dia yang bisa bikin aku move on, dia yang bikin aku semangat dan mensyukuri hidup.
DIA KAKU, CUEK, MISTERIUS, PEMALU, TAPI SATU, DIA BEDA :)
Dia ini pemalu, selalu tersenyum dan menutup muka saat berpandangan denganku. Namun kadeng, tanpa sadar aku dan dia tenggelam dalam kebersamaan berdua, bercanda dan tertawa, membicarakan apa saja yang bisa dibicarakan.
Aku dan dia selalu nyambung jika mengobrol, aku selalu tau apa yang ia bicarakan. Sadar atau tidak, kami seringkali bertemu mata dan akhirnya tersenyum salting. Dia selalu bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan ajaib yang tak pernah kuduga.
Entahlah, aku begitu nyaman dengannya, senyumnya itu loh, memikat <-- hiperbola
Aku memang suka padanya, tapi menjadi teman terbaiknya, itu sudah lebih dari cukup. Dia yang bisa bikin aku move on, dia yang bikin aku semangat dan mensyukuri hidup.
DIA KAKU, CUEK, MISTERIUS, PEMALU, TAPI SATU, DIA BEDA :)
Langganan:
Komentar (Atom)
